Kamis, 06 Desember 2012

Dalam Bayangan Masa Lalu

Pernikahan Mala dan Kenya telah berlangsung hampir 7 tahun lamanya. Sebuah hitungan tahun yang cukup lama bagi sebuah pernikahan. Saling mencintai itu kunci awal agar hubungan menjadi langgeng. Tapi siapa sangka, pernikahan kedua insan ini justru berawal dari perjodohan orang tua mereka.

Tentu saja awalnya pernikahan ini tanpa cinta, sekarang pun sepertinya tetap begitu. Pasalnya saat perjodohan itu terjadi, Kenya terpaksa harus memutuskan sang kekasih, Felicia. Sedangkan Mala yang baru pedekate dengan Raymon pun tak tega untuk tetap meneruskan hubungan yang hanya akan menyakiti hati kedua orang tuanya. Meskipun tanpa cinta keduanya tetap menikah dan sekarang telah berputra dua, laki-laki semua.



Diam-diam selama ini cinta mereka pada kekasih masa lalu tak juga bisa hilang. Bahkan dengan sembunyi-sembunyi Kenya masih BBm-an dengan Felicia, dan Mala berfacebookan dengan Raymon. Ya, hanya sebatas berteman. Sebab Felicia maupun Raymon pun juga sudah menikah dengan pasangan masing-masing. Felicia menjadi istri pengusaha, sedangkan Raymon seorang pegawai bank terkenal di negeri ini.
Acapkali saat sedang bertengkar Kenya dan Mala mulai mengungkit-ungkit masa lalu mereka masing-masing. Seperti minggu pagi ini yang harusnya hari keluarga yang tenang, rumah mereka kembali ramai oleh debat kusir langganan.

” Oalah pak. Andai aja aku dulu sama Raymon pasti hidupku seneng, ndak kayak gini. Kerjamu kok ninggal aku sama anak-anak terus..” keluh Mala saat suaminya yang mandor proyek memberitahu bahwa setahun ke depan harus pergi menggarap sebuah mall di Kalimantan.

” Andai aku dulu nggak ninggal Feli, aku ya seneng. Dia itu sarjana tapi mau jadi ibu rumah tangga. Mau legowo ngurus anak suaminya. Susah itu jaman sekarang nyari yang begitu itu..” balas Kenya nggak mau kalah.

” Lha, dibantuin cari duit istrinya kok nggak seneng. Lagipula kamu kan mesti bangga punya istri wanita karier. Kalo ditanya orang-orang istrinya kerja dimana, kan nggak malu-maluin..” jawab Mala sengit.

” Tapi liat tuh anak-anak jadi kurang keurus. Minggu kemaren si Cuplis masuk rumah sakit. Eh kemaren si Diro nyungsep dari sepeda. Kata pak Erte, mbak Yem sibuk pacaran sama tukang kebon sebelah..” balas Kenya.

” Yeeeeemmm…!” teriak Mala

” nggih bu, wonten nopo..” janda berumur 28 tahun itu takut-takut mendekat

” kamu itu mbok ya jangan sibuk dewe. Kerjamu disinikan ngurusin Cuplis sama Diro. Coba kalo sudah begini, uang uang teruuus yang keluar. Ya ndak..?!”

” Saya cuma ngobrol bentar kok bu, ndak taunya dek Diro sudah naik sepeda sendiri, trus nabrak mobil parkir” kata Si Yem mencoba membela diri

” Lha iyooo.. Pokoknya kamu itu kerjanya jangan ngobrol wae. Mau lama atau sebentar, pokoknya anak-anak yang nomer satu. Saya ini kan kerja. Cari uang.. Hah, sudah sana!” kata Mala sambil mengibaskan tangannya.

Si Yem pun buru-buru pergi sambil menggerutu kecil

“siapa juga yang nyuruh situ kerja…”


Kring-kring.. Terdengar bunyi dari sepeda tukang langganan koran pagi. Si Cuplis berlari kecil mengambil koran itu. Kenya yang sedang ngemil keripik singkong memanggil

” Cup. Bawa sini korannya, Cup. Bapak mau baca…”

” ini Pak…” Cuplis berlari kecil kearah bapaknya. Kemudian ia melanjutkan bermain balok kayu dilantai bersama adiknya.

” astaga naga…” kata Kenya beberapa menit kemudian

” astagfirullah” kata Mala, hampir berbarengan meskipun keduanya berbeda ruangan.

” Bu … Bu.. Sini bu ..” seru Kenya memanggil istrinya.

” Ada apa pak..” Mala yang sedang menonton teve bergegas menghampiri suaminya di beranda depan.

” Ini lho bu, temen bapak dulu. Felicia..” katanya sambil menunjuk ke koran yang dibacanya

“Maksudnya, mantannya bapak dulu..?” tanya Mala.

” Iya. Dia sekarang ditangkap polisi karena membunuh suaminya yang ketauan selingkuh”

” Apa iya pak..”

” Iya baca aja sendiri. Ini fotonya kan fotonya si Feli. Aduh, aku ndak percaya bu. Rasanya ndak mungkin Feli kan orangnya kalem..” kata Kenya, bingung.

” Hu-uh. Kalem-kalem opo to pak. Ya namanya aja manusia, bisa salah, khilaf. Untung bapak ndak jadi nikah sama dia. Kalo jadi nikah mungkin bapak sekarang sudah dibunuhnya..”

” Lho kok gitu bu. Wong bapak kan ndak selingkuh seperti suaminya Feli ini. Kalo dia dulu sama bapak, pasti takdirnya juga beda. Ndak mungkin dia bisa jadi sadis begini” kata Kenya panjang lebar membuat istrinya makin kesal.

” Bapak ini kok ndak bersyukur punya istri aku. Aku ini galak-galak gini ya ndak tega mau bunuh bapak. Kalo bapak sampe selingkuh ya malah tak tinggal..”

” Bukan ndak bersyukur to bu. Buktinya bapak ini setia sama ibu dan berusaha menjalani pernikahan ini dengan ikhlas. Prinsip bapak itu menikah ya hanya sekali seumur hidup. Walaupun kita ini berat menjalani, tapi kalo niatnya baik Insha Allah bisa langgeng “

tutur Kenya sambil memegang tangan istrinya.

” Jadi bapak cinta sama aku…?” tanya Mala merem melek.

” Bapak itu belajar setiap hari ikhlas menerima takdir. Memang susah tapi ya seiring waktu pasti bisa..”

” Pak, kok nasib kita sama ya. Barusan aku liat di tipi, di iklan berjalan kalo mantanku dulu, mas Raymon ketangkep polisi juga karena korupsi dana nasabahnya”

” Raymon bin Titan, bu..?

” Lho bapak kok tau nama lengkapnya..” tanya Mala keheranan

” Lha ini lho bu, di koran ini.. ” Kenya menunjuk sebuah artikel di koran yang tengah dibawa istrinya.

” Si Raymon mu itu, istrinya jadi selingkuhan suaminya Felicia. Memang istrinya Raymon ini bu yang kayaknya ndak kuat derajat. Pengen hidup mewah, selingkuh sama pengusaha segala. Padahal ternyata suaminya pun sampe korupsi, pastinya ya buat ngikutin gaya hidup istrinya ini ” kata Kenya menggebu-gebu.

Mala memandang suaminya lekat-lekat, ia enggan mendebat dan ikut mengatakan seandainya jika ia yang menjadi istri Raymon pasti takdirnya tak begini.

Ia sadar takdir itu susah dilawan karena semua sudah menjadi garisan awal dari rencana Tuhan kepada hamba-hamba-Nya. Ya, Jikalah kita mau percaya, bahwa semua takdir ini adalah yang terbaik menurut Sang Pencipta meski kadang logika kita yang terbatas, sulit untuk mengerti dan mengambil hikmah tiap-tiap kejadian. Kerap kali kita memvonis kenya(taan) adalah mala(petaka)

Minggu siang ini rupanya Tuhan memberikan ‘penglihatan-Nya’ pada rumah tangga Kenya dan Mala. Bahwa belum tentu sesuatu yang dipandang buruk di mata manusia adalah buruk juga bagi Allah. Demikian sebaliknya bahwa sesuatu yang dianggap baik dimata manusia, belum tentu baik pula dimata Allah.

Mala memegang tangan suaminya

” Semoga pernikahan kita langgeng ya pak..” bisik Mala

” Amiin bu…”

dan suaminya pun membalas menggengam tangan istrinya erat-erat.

Hmm.. Sebuah minggu pagi yang gerah berubah menjadi sejuk, seiring datangnya angin sepoi-sepoi adem.


Cerpen by Dya Diana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar