Faham akan adanya sebuah kenyataan bahwa kita tak selamanya harus merasa benar dan angkuh,,,
Mengerti akan hal di sekeliling walaupun sangat kecil adanya,,,
Berbagi, menepati, menghargai, menyatakan ada, memberikan realita, perduli akan hati masing - masing,,,
Sebisa mungkin selalu mencoba untuk bercermin dan beranggapan " Jika aku yang ada dalam posisi itu, apakah akan terasa perih atau senang ",,,
Mengertikah dirimu akan apa yang kan terjadi " Jika aku melakukan itu sakitkah dia? senangkah dia? " dan kita akan menyadari bahwa cerminan diatas akan terbukti benar,,,
Tak perlu ke psikolog karena sebenarnya dalam diri kita sendiri jika bisa memahami diri sebenarnya pribadi masing - masing adalah psikolog yang hebat,,,
Cobalah sedikit melakukan pendekatan dengan hatimu, emosi terkadang terpakai hanya untuk tameng menguak sebuah kebenaran dan jangan sampai terbawa ke hati karena yang akan timbul adalah sebuah kenyataan bahwa kamu seorang pendendam dan tinggi hati serta tak bisa menerima kenyataan bahwa ada hal yang lebih benar dari persepsi kamu,,,
Perasaan sakit yang akan timbul dari hal ini menjadi lebih perih karena hal - hal yang diluar kemampuan "nekat" itulah yang terjadi,,,
Anggaplah sebentar aku bukanlah "dia" karena aku tidak kan pernah menjadi seperti "dia",,, Tidak akan mungkin, tapi yang terjadi adalah aku bisa berubah menjadi aku yang lebih baik atau bahkan yang lebih buruk dari smua persepsi kamu,,,
Mungkin terkadang terlihat tak dewasa tapi cobalah ambil hikmahnya, bukan dari kelakuannya, karena tanpa disadari ketidakdewasaan itu cuma topeng untuk memperlihatkan bagaimana sakitnya terasa saat hal buruk itu terjadi pada kamu,,,
Jika perasaanmu benar - benar sudah berbicara maka seharusnya kamu juga akan merasakan apa yang akan dirasakan orang di dekatmu,,,
Sebenarnya siapa yang tidak dewasa ???
Jika kamu bisa berkata demikian seharusnya dan sepatutnya kamu menunjukkan bahwa kamu benar - benar bisa dianggap dewasa, jangan selalu lari dari masalah dan mengandalkan keras kepala juga ego,,,
Karena jika kamu tahu mungkin ego orang terdekatmu itu melebihi batas pengetahuan kamu,,,
Karena dia sudah belajar lebih bersabar dan lebih mengerti bagaimana dan kemana semua ini akan dibawa,,,
Ke pernikahan atau cuma sekedar fair yg biasa saja,,,
Dalam hal ini mungkin akulah yang selalu salah, tapi kesalahanku itu ada hikmahnya karena dari semua kesalahanku itu semakin nampak bagaimana diri kamu dan semakin aku akan mengerti harus bagaimana aku membawamu,,,
Kearah yang lebih matang dan tanpa rasa ragu lagi,,,
Sepertinya otak yang menulis ini udah benar - benar terapung karena hampir dari semua yang tertulis akan dianggap percuma oleh pembaca, tapi inilah kisah itu yang ditulis saat penulis benar - benar merasa depresi, bingung mo ngelakuin apa lagi karena cara apapun sepertinya tidak membuahkan hasil karena selalu saja terulang dan terulang kembali,,,
Ya semoga saja kesabaran ini selalu bertambah dan bertambah, jangan sampai pupus dan tetap semangat hadapi hidup dan kerasnya cobaan yang ada,,,
Amien,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
( Curahan Seorang Teman di Malam Buta )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar